5 Tokoh Inspiratif yang Berjuang Demi Kemanusiaan, Terakhir Paling Dekat dengan Kita!

Kata merdeka menjadi idaman setiap manusia di belahan bumi ini. Kebebasan atas hak setiap insan akan menjadikan manusia layak untuk hidup tanpa ancaman dan kekangan dari orang lain.

Meski negara yang menjadi tempat tinggalnya telah berstatus sebagai negara yang merdeka, tak sedikit orang-orang di luar sana yang belum merasa merdeka. Paling tidak sepenuhnya. Sebagian dari mereka yang merasa terdiskriminasi bahkan memilih untuk hengkang dari negaranya demi mencari kehidupan yang lebih baik, damai dan layak.

Bertahun-tahun yang lalu, isu kemanusiaan kerap menjadi perbincangan hangat. Namun berkat para pejuang yang gigih menyuarakan aspirasi masyarakat, mereka yang terkekang pun bisa terbebas dari belenggu diskriminasi. Para tokoh pejuang itu bahkan menginspirasi banyak orang, sehingga meski beberapa telah menutup usia, sepak terjangnya tetap dikenang oleh banyak orang.

Sebagai generasi masa kini, patutlah kita berkaca pada mereka yang memiliki simpati dan berjuang bagi sesama. Berikut beberapa tokoh pejuang kemanusiaan dari berbagai negara yang kegigihannya patut kita teladani:

Bunda Teresa

Bunda Teresa atau dikenal sebagai Santa Teresa lahir di Uskub, pada Agustus 1910. Ia merupakan seorang biarawati katolik Roma berkewarganegaraan India. Hidupnya amat menginspirasi banyak orang. Selama lebih dari 47 tahun wanita ini mengabdikan diri melayani orang-orang miskin, sakit, yatim piatu dan orang sekarat.

Dalam hidupnya, ia juga menjalankan ekspansi Missionaries of Charity yang didirikannya ke berbagai negara. Meski terlahir sebagai perempuan, Bunda Teresa gigih melakukan ekspansi. Ia tercatat menjalankan 610 misi di 123 negara lho.

Hingga saat ini Missionaries of Charity memiliki ratusan cabang di berbagai negara dengan merangkul para pengungsi, anak yatim piatu, orang-orang yang sakit, serta para korban AIDS. Gimana? Tertarik untuk bergabung dan menjadi bagian dari program kemanusiaan Bunda Teresa?

Mahatma Gandhi

Politikus asal India ini menjadi tokoh kemanusiaan yang menginspirasi banyak orang. Meski politik menjadi bidang yang digelutinya, Mahatma Gandhi tak menggunakan kekerasan untuk menyuarakan aspirasi rakyat.

Gandhi sempat merasakan diskriminasi saat ia berada di Afrika Selatan. Saat itulah ia memilih untuk menjadi aktivis dimana ia berambisi untuk mengubah hukum-hukum yang diskriminatif hingga membentuk gerakan non kekerasan.

Mahatma Gandhi turut berperan dalam kemerdekaan India dari jajahan Inggris. Berkat usahanya yang kerap menyuarakan aspirasi dalam demonstrasi yang damai, India merdeka pada 1947. Ia kemudian dikenal sebagai Father of Nation atau Bapak Bangsa.

Satu hal yang amat menginspirasi dari tokoh kemanusiaan ini adalah ia meyakini bahwa semua pemeluk agama berhak untuk hidup damai bersama dalam suatu negara. Mahatma Gandhi sendiri memang menyukai pemikiran-pemikiran berbagai agama meski ia beragama Hindu.

Martin Luther King

Martin Luther King adalah aktivis Afrika-Amerika pejuang Hak Asasi Manusia (HAM). Ia juga merupakan pemimpin terpenting dalam sejarah Amerika Serikat (AS) serta sejarah non-kekerasan di zaman modern. Tak hanya itu, ia dianggap sebagai pencipta perdamaian dan martir oleh banyak orang di dunia.

Sebagai seorang pendeta, King merupakan aktivis yang berjuang melawan diskriminasi rasial. Layaknya Mahatma Gandhi, King juga melakukan aksinya tanpa unsur kekerasan.

Sebagaimana diketahui, orang-orang hitam di AS dianggap tak sejajar dengan orang-orang berkulit putih. Hal inilah yang menjadikan King menyuarakan aspirasinya. Ia kemudian melakukan gerakan sipil besar-besaran hingga menghasilkan kebijakan publik pada tahun 1963.

Nama King kian populer berkat pidatonya bertajuk “I have a dream”. Berbagai aksi kemanusiaan yang dilakoninya turut membuat King meraih penghargaan Nobel perdamaian.

Nelson Mandela

Nelson Rolihlahla Mandela merupakan aktivis asal Afrika Selatan. Di negaranya, warga kulit hitam juga menjadi sasaran diskriminasi. Namun berkat pendidikan hukum yang ditempuhnya, Mandela percaya bahwa orang Afrika kulit hitam harus terbebas sepenuhnya dan menentukan nasib mandiri secara politis.

Dalam hidupnya, Mandela sempat menghabiskan waktu untuk bekerja di African National Congress yang bertugas mengadvokasi pendekatan tanpa kekerasan untuk mengubah hukum apartheid di negaranya.

Serangkaian aksi yang dilakukannya mengantarkan Mandela ke jeruji besi karena dianggap mengancam keamanan negara. Meski begitu, ia akhirnya mampu menduduki kursi presiden pada tahun 1994-1999 dan menjadi pemimpin negara pertama berkulit hitam di Afrika Selatan. Selama menjabat, ia juga berupaya untuk menghapuskan pengaruh apartheid.

Ichsan Yasin Limpo

Tokoh-tokoh pejuang kemanusiaan sebelumnya berasal dari mancanegara dan telah dikenang oleh banyak orang. Lain halnya dengan Ichsan Yasin Limpo, yang berasal dari Indonesia. Pria yang kerap disapa IYC itu, dikenal sebagai orang yang peduli terhadap sesama. Selain berkecimpung di dunia pemerintahan, IYC juga mengabdi kepada masyarakat dengan memberikan pembekalan bagi para pengungsi beberapa daerah. Pembekalan itu ditujukan bagi mereka agar mampu mendapatkan pekerjaan di negara-negara berkembang.

Satu hal yang amat menginspirasi dari IYC adalah ia bahkan menyisihkan sebagian hartanya bagi mereka yang membutuhkan. Ia juga menyatakan bahwa dana yang digunakan dalam pembekalan merupakan zakat harta yang dikumpulkan dari keluarga besarnya.

Berkat kepeduliannya dalam program kemanusiaan, pria yang pernah menjadi Bupati Gowa ini mendapatkan penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sebagai tokoh yang peduli pengungsi di Indonesia.

 

Source: Elearn.id