Hidup di Rumah Tak Layak, Janda di Demak Ini Sakit dan Butuh Bantuan

Detik.com Demak – Seorang janda miskin dalam kondisi sakit di Demak membutuhkan uluran tangan. Perempuan bernama Mardilah (45) kini hidup bersama anaknya yang masih kecil di rumah yang tak layak.

Keduanya tinggal di rumah seluas 4×6 meter di Desa Bakalrejo RT 7 RW 6 Kecamatan Guntur.

Mardilah sedang duduk di kursi depan rumahnya saat detikcom mengunjunginya, Jumat (2/2/2018). Dengan wajah pucat dan berjalan pelan, ia mempersilakan masuk ke ruang tamu.

Lantai rumah yang masih tanah itu becek karena air hujan masuk ke dalam. Beberapa perabot yang berserakan menjadi pemandangan yang memprihatinkan.

Dinding rumahnya terbuat dari gedek (anyamam bambu) dan triplek asal tempel sebagian sudah rusak. Tak hanya itu, atapnya bocor jika hujan turun. Sementara dapur menyatu dengan kamar mandi yang sempit.

Rumah ini memiliki satu kamar tidur, namun tidak bisa digunakan karena tikar yang langsung menempel ke tanah basah dan becek. Selama ini, Mardilah dan anaknya Afifudin (13) tidur di ruang tamu.

Mardilah menceritakan, 2008 silam rumahnya roboh diterjang angin puting beliung. Satu tahun kemudian Parjo, suaminya meninggal dunia akibat sakit.

“Sejak itu, saya tinggal di rumah mertua saya yang kondisinya seperti ini. Kalau hujan bocor dan air masuk ke dalam rumah karena jalan di depan lebih tinggi,” ujarnya.

Ia memilik1 empat orang anak, tiga di antaranya sudah menikah. Saat ini, ia tinggal bersama anaknya yang masih kelas enam SD, Afifudin.

“Anak saya sudah menikah tiga, tapi masih belum mapan. Belum bisa membantu sepenuhnya meski kadang main ke sini,” lanjutnya.

Sejak suaminya meninggal, ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mulai dari kuli panggul batu bata sampai cuci pakaian tetangga dilakoninya. Namun, itu tidak dapat lagi dilakukan karena sakit yang dideriitanya.

“Saya sakit sudah tahunan. Dulu katanya sakit infeksi hati, sekarang ada masalah di lambung. Sampai saat ini saya rawat jalan. Kalau parah saya pakai KIS tapi kalau tidak ya periksa ke dokter desa,” ungkap dia.

“Ya hanya KIS dan KIP. Selain itu Raskin, dan bantuan lain belum pernah,” lanjut Mardilah.

Kusran, tetangga Mardilah mengatakan bahwa kondisi Mardilah sangat memprihatinkan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup hanya mengandalkan pemberian orang lain.

“Bu Mardilah ini hidup di rumah mertuanya. Dan mertuanya sudah tua hidup ikut menantunya yang lain,” terang dia.

Ditambahkannya, saat hujan turun Mardilah harus bergelut dengan air.

“Hujan itu masuk dari atap juga dari luar karena rumahnya lebih rendah dari jalan. Ya, semoga ada perhatian dari pihak berkait,” pungkasnya.
(sip/sip)